Friday, January 2, 2015

Perjuangan Masa Depan

Hai teman - teman disini gue mau membagi kisah gue yang cukup membuat gue galau tahun 2014 kemarin. Gue mau membagi kisah perjuangan gue untuk mendapatkan Universitas impian gue dengan jurusan impian gue juga tentunya.
Setelah Ujian Nasional (UN), Gue intensif bimbel di  salah satu bimbel yang cukup bergensi. Gue memutuskan untuk mengambil intensif IPS murni karena gue mau mengejar jurusan psikologi di Universitas Indonesia. Kampus tersebut adalah kampus impian gue selama ini. Kampus dimana gue dan orangtua gue impikan. Gue bertekad untuk masuk dan menjadi bagian dari mahasiswi Universitas Indonesia.

Selama bimbel intensif , gue mendapatkan teman teman baru yang juga ternyata banyak dari siswa IPA. Kebanyakan dari mereka mengejar jurusan Hukum dan Akuntansi. Gue nyaman dan enjoy belajar di bimbel tersebut karena teman temanya baik dan pengajarnya juga seru. Setelah beberapa bulan berlalu hari pengumuman SNMPTN Undangan semakin dekat dan gue berdoa agar di luluskan dan bisa mengejar cita cita gue selama ini. Setelah hari H pengumuman ternyata gue belum beruntung mendapatkan apa yang gue mau. Perasaan yang gue rasain saat itu sedih tetapi hal tersebut membuat gue termotivasi untuk mengerjakan SBMPTN gue yang udah di depan mata. 
Banyak temen temen gue yang berhasil lolos dalam SNMPTN Undangan dan kami harus berpisah.
Tidak mau larut dalam sedih, gue pun semakin memfokuskan apa yang ingin gue raih saat itu, hanya Makara Biru Muda, yaitu simbol dari Psikologi Universitas Indonesia.

Saat hari ujian SBMPTN berlangsung, gak gue pungkirin ada rasa takut dan sedih saat mengerjakannya. Gue takut kecewa, gue takut gak lolos... tapi perasaan itu gue tangkis dengan impian gue yang kuat. setelah kurang lebih 90 menit gue ada di ruangan mengerjakan soal soal SBMPTN, gue langsung mencari nyokap dan minta doa agar hasilnya yang terbaik. 
Setelah 2 minggu gue test SBMPTN, gue langsung Ujian Mandiri UI atau biasa disebut SIMAK UI. Soalnya lebih sulit dan daya tampung semakin tipis. gue semakin pesimis dengan hal tersebut. tapi apa daya semua harus gue lalui dan berusaha semaksimal mungkin agar bisa lolos.

Satu bulan berlalu dan hasil pengumuman SBMPTN sudah keluar. gue bener bener takut saat ingin "log-in". Akhirnya gue log in terakhir dan membaca surat Al-Fatihah. tetapi,.....Gue dinyatakan tidak lulus untuk kedua kalinya. Entah harus gimana dan harus marah atau kecewa. Gue langsung pergi ke Kamar dan gak bicara ke orang tua gue. Mereka memaklumi karena gue sedang sedih.

Selain mencoba UI, gue juga mencoba ujian masuk universitas Undip dan UNJ tetapi hasilnya nihil. Gue akhirnya masuk ke salah satu Universitas swasta yang cukup bagus dan berniat mencoba peruntungan tahun depan.

No comments:

Post a Comment