A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi
merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan
manusia. Dikatakan mendasar karena setiap masyarakat manusia, baik yang
primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan
mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Dikatakan vital karena
setiap individu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu –
individu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap
hidup (Rakhmat, 1998:1).
Setiap
saat semua orang selalu berbicara tentang komunikasi. Kata komunikasi sangat
dikenal, tetapi banyak di antara kita yang kurang mengerti makna dari
komunikasi walaupun kita selalu memperbincangannya dan melakukannya. Kata
komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasl dari bahasa Latin
communis yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang
berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) adalah
istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar
dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu
pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama (Mulyana, 2005 : 4).
Secara
paradigmatis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau
perilaku, baik langsung secara lisan maupun tal langsung melalui media
(Effendy, 2006 : 5).
Pengertian
komunikasi memang sangat sederhana dan mudah dipahami, tetapi dalam
pelaksanaannya sangat sulit dipahami, terlebih lagi bila yang terlibat
komunikasi memiliki referensi yang berbeda, atau di dalam komunikasi berjalan
satu arah misalnya dalam media massa, tentunya untuk membentuk persamaan ini
akan mengalami banyak hambatan (Wahyudi, 1986: 29).
Dari
pengertian diatas dapat dilihat bahwa komunikasi merupakan suatu proses
penyampaian pesan yang dapat berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan
dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa
tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.
B. Dimensi Dimensi Komunikasi
1. Dimensi isi
Dimensi isi menunjukan isi dari komunikasi. Dimensi isi
secara verbal, symbol atau pesan verbal adalah semua jenis symbol yang
menggunakan satu kata atau lebih. Hampir semua rangsangan wicara yang kita
sadari termasuk kedalam kategosi pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang
dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara lisan.
Sedangkan bahasa verbal adalah sarana untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan
maksud kita.
2.
Dimensi Kebisingan
Kebisingan merupakan
salah satu penyebab utama timbulnya gagasan kesehatan bagi para pekerja maupun
masyarakat di sekitaran tempat kerja dan sering kali menimbulkan protes dan
kemarahan warga yang bertempat tinggal di dekat sumber kebisingan. Sumber kebisingan
dapat berasal dari kendaraan bermotor, kawasan industry atau pabrik , pesawat
terbang, kereta api, tempat umum dan niaga.
Jenis – jenis kebisingan
1.
Study state – narrow band noise :
kebisingan yang terus menerus dengan spectrum yang sepit seperti suara mesing.
2.
Non study state- narrow bund noise :
kebisingan yang tidak terus menerus dengan sprektrum suara yang sempit seperti
mesin gergaji, katup uap.
3.
Kebisingan intermite : kebisisngan yang
terjadi sewaktu – waktu dan terputus seperti suara pesawat terbang, kereta api.
4.
Kebisigan impulsive : kebisingan
impulsive yang berintensitas tinggi seperti ledakan bom dapat menyebabkan
kerusakan pada alat pendengaran. Kerusakan dapat terjadi pada gendang atau
tulang tulang halus telinga tengah.
3.
Dimensi Jaringan
Jaringan
Organisasi terdiri dari beberapa orang yang tiap – tiapnya menduduki posisi
atau peranan tertentu dalam organisasi. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang
– orang ini sesamanya terjadi melalui suatu set jalan kecil yang dinamakan
jaringan komunikasi.
4.
Dimensi Arah
a. Komunikasi
satu arah
Komunikasi
satu arah adalah komunikasi dimana pencapaian idea idea, pendapat dan informasi
hanya dilakukan satu pihak, sedangkan pihak lain pasif tidak memberikan reaksi
atau respon sama sekali.
b. Komunikasi
dua arah
Komunikasi
dua arah berarti kedua belah pihak aktif menyampaikan idea-idea, pendapat serta
bahan informasi, dsb. Komunikasi dua arah tersebut akan berlangsung selama
tidak ada yang pasif atau tertutup tidak bersedia berkomunikasi lagi.
C.
Peran psikologi Management Dalam
Organisasi
Menurut banyak teori, metode dan pendekatan
Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah
satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa
lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi
memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM
(rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi
kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai
area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain
struktur organisasi dan desain pekerjaan. Jadi
psikologi manajemen dapat mempelajari perilaku manusia sebagai sumber daya dan
manajement di dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Adanya psikologi
manajement dapat membantu, memudahkan dan mengembangkan suatu organisasi yang
di dalamnya terdapat sumber daya manusia.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Sendjaja.
1994. Teori – Teori Komunikasi.
Universitas Terbuka
Lehjana
Effendy, Onong. 1990. Ilmu – Ilmu Komunikasi
. Bandung. PT.Remaja Rosdakarya.
Setyobroto,
Budipyo. 2004. Psikologi Komunikasi.
Jakarta : Universitas Negri Jakarta.