Obsessive
Compulsive Disorder (OCD)
Contoh kasus :
Bernice berusia 46 tahun saat mulai menjalani terapi.
Ini keempat kalinya ia menjalani terapi. Gangguan obsesif-kompulsif dideritanya
sejak 12 tahun lalu, tidak lama setelah kematian ayahnya.
Bernice terobsesi ketakutan mengalami kontaminasi,
suatu ketakutan yang secara tidak jelas dikaitkan dengan kematian ayahnya
karena pneumonia. Ia tidak nyaman bersentuhan dengan kayu “objek yang
bergores”, surat, benda yang dikemas kaleng, dan “noda perak” (peralatan yang
berwarna perak). Ia tidak dapat menyatakan mengapa objek-objek tersebut
merupakan sumber kemungkinan kontaminasi dengan kuman.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, Bernice melakukan
berbagai ritual kompulsif yang menghabiskan hampir seluruh waktunya. Seperti
mandi selama 3-4 jam dan waktu mandi ia mengelupas lapisan luar sabun mandi
sehingga sepenuhnya bebas dari kuman. Waktu makan berlangsung berjam-jam, ia
makan tiga suap makanan pada satu waktu, mengunyah setiap suapan 300 kali. Ini
dilakukan untuk menghilangkan kontaminasi pada makanannya. Suaminya kadangkala
terlibat dalam upacara makan tersebut, ia mengocok teko teh dan sayuran beku di
atas kepala Bernice untuk menghilangkan kuman. Hal ini telah merendahkan nilai
kehidupannya hingga hampir tidak melakukan apapun selain itu. Ia tidak keluar
rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau bahkan berbicara melalui
telepon.
Penjelasan :
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah penyakit
yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan (obsesi) dan dorongan untuk
mengulang-ulang perilaku tertentu (kompulsif) berkali-kali. Kadang mereka
mengetahui bahwa obsesi dan kompulsinya tidak masuk akal, tetapi mereka tidak
bisa mengacuhkan atau menghentikannya. Tanpa melakukannya mereka akan merasa
gelisah atau cemas. Penyakit ini bisa menganggu kehidupan Anda dalam segi
hubungan, pekerjaan ataupun pendidikan. Penyakit OCD kebanyakan di derita oleh
remaja umur 19 tahun. Namun demikian OCD juga bisa dimulai dari masa anak-anak
dan biasanya akan terus berkembang hingga usia 30 tahun dengan mayoritas
penderita adalah laki-laki.
Penyebab
Penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD) :
OCD tergolong penyakit yang unik dan
rumit, karena sampai saat ini belum jelas apa penyebab dan cara efektif untuk
menyembuhkanya. Berdasarkan penelitian para ahli menunjukan kemungkinan
penyebab OCD adalah adanya masalah pada pengiriman informasi pada bagian otak
yang satu dengan bagian otak lainnya. Hal ini di picu oleh adanya stres yang
berat. Masalah juga datang jika jumlah serotonin atau zat kimia yang ada dalam
otak kurang dari jumlah normal.
Pengobatan penyakit OCD :
Psikoterapi
Pengobatan secara Psikoterapi
dilakukan dengan terapi kognitif atau tingkah laku. Dalam terapi OCD ini,
pasien akan dibantu untuk mengatasi masalahnya dengan perbincangan yang
rasional dan kemudian dilanjutkan dengan terapi tingkah laku untuk
pencegahan. Terapi ini bisa membantu
penderita untuk mengatasi ketakutannya. Misalnya, jika seorang penderita takut
dengan kuman maka ia akan diajak untuk menyentuh sesuatu yang Anda percayai
memiliki kuman dan tidak mencuci tangan. Hal ini dilakukan secara terus
menerus, sementara terapist akan terus memberikan terapi OCD yang berupa terapi
kognitif yang pada akhirnya membuat kecemasan anda menghilang. Terapi yang
cukup sulit dilakukan pada awalnya, namun cukup efektif.
Pengobatan
Pada terapi ini biasanya digunakan
obat-obatan antidepresi untuk sementara. Selain itu diberikan juga Chlomipramine
dan Fluxomine. Fungsi dari kedua obat ini adalah sebagai penenang. Selain itu
juga berfungsi menurunkan obesesional pada penderita.
No comments:
Post a Comment