Thursday, January 1, 2015

Analisis Kasus Psikologi

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Contoh kasus :
Bernice berusia 46 tahun saat mulai menjalani terapi. Ini keempat kalinya ia menjalani terapi. Gangguan obsesif-kompulsif dideritanya sejak 12 tahun lalu, tidak lama setelah kematian ayahnya.
Bernice terobsesi ketakutan mengalami kontaminasi, suatu ketakutan yang secara tidak jelas dikaitkan dengan kematian ayahnya karena pneumonia. Ia tidak nyaman bersentuhan dengan kayu “objek yang bergores”, surat, benda yang dikemas kaleng, dan “noda perak” (peralatan yang berwarna perak). Ia tidak dapat menyatakan mengapa objek-objek tersebut merupakan sumber kemungkinan kontaminasi dengan kuman.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, Bernice melakukan berbagai ritual kompulsif yang menghabiskan hampir seluruh waktunya. Seperti mandi selama 3-4 jam dan waktu mandi ia mengelupas lapisan luar sabun mandi sehingga sepenuhnya bebas dari kuman. Waktu makan berlangsung berjam-jam, ia makan tiga suap makanan pada satu waktu, mengunyah setiap suapan 300 kali. Ini dilakukan untuk menghilangkan kontaminasi pada makanannya. Suaminya kadangkala terlibat dalam upacara makan tersebut, ia mengocok teko teh dan sayuran beku di atas kepala Bernice untuk menghilangkan kuman. Hal ini telah merendahkan nilai kehidupannya hingga hampir tidak melakukan apapun selain itu. Ia tidak keluar rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau bahkan berbicara melalui telepon.

Penjelasan :

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah penyakit yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan (obsesi) dan dorongan untuk mengulang-ulang perilaku tertentu (kompulsif) berkali-kali. Kadang mereka mengetahui bahwa obsesi dan kompulsinya tidak masuk akal, tetapi mereka tidak bisa mengacuhkan atau menghentikannya. Tanpa melakukannya mereka akan merasa gelisah atau cemas. Penyakit ini bisa menganggu kehidupan Anda dalam segi hubungan, pekerjaan ataupun pendidikan. Penyakit OCD kebanyakan di derita oleh remaja umur 19 tahun. Namun demikian OCD juga bisa dimulai dari masa anak-anak dan biasanya akan terus berkembang hingga usia 30 tahun dengan mayoritas penderita adalah laki-laki.

 Penyebab Penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD) :
OCD tergolong penyakit yang unik dan rumit, karena sampai saat ini belum jelas apa penyebab dan cara efektif untuk menyembuhkanya. Berdasarkan penelitian para ahli menunjukan kemungkinan penyebab OCD adalah adanya masalah pada pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan bagian otak lainnya. Hal ini di picu oleh adanya stres yang berat. Masalah juga datang jika jumlah serotonin atau zat kimia yang ada dalam otak kurang dari jumlah normal.                     

Pengobatan penyakit OCD :

Psikoterapi
Pengobatan secara Psikoterapi dilakukan dengan terapi kognitif atau tingkah laku. Dalam terapi OCD ini, pasien akan dibantu untuk mengatasi masalahnya dengan perbincangan yang rasional dan kemudian dilanjutkan dengan terapi tingkah laku untuk pencegahan.  Terapi ini bisa membantu penderita untuk mengatasi ketakutannya. Misalnya, jika seorang penderita takut dengan kuman maka ia akan diajak untuk menyentuh sesuatu yang Anda percayai memiliki kuman dan tidak mencuci tangan. Hal ini dilakukan secara terus menerus, sementara terapist akan terus memberikan terapi OCD yang berupa terapi kognitif yang pada akhirnya membuat kecemasan anda menghilang. Terapi yang cukup sulit dilakukan pada awalnya, namun cukup efektif.

Pengobatan

Pada terapi ini biasanya digunakan obat-obatan antidepresi untuk sementara. Selain itu diberikan juga Chlomipramine dan Fluxomine. Fungsi dari kedua obat ini adalah sebagai penenang. Selain itu juga berfungsi menurunkan obesesional pada penderita.

No comments:

Post a Comment