Thursday, November 20, 2014

SINOPSIS NOVEL ANGKATAN ‘66

Judul: “ZIARAH”
Pengarang: Iwan Simatupang
Angkatan: 1966
Penerbit: Djambatan
Tebal: 148 Halaman

SINOPSIS
Di sebuah negeri yang bernama Kotapraja, terdapat seorang pelukis terkenal di seluruh negeri yang dibuat terkapar tidak berdaya alias shock dan trauma setelah ditinggal mati istrinya yang sangat dia cintai, istri yang dia kawini dalam perkawinan secara tiba-tiba. Suatu ketika Pelukis mencoba bunuh diri karena ketenaran karya lukisnya yang memikat semua orang dijagat bumi ini yang mengakibatkan ia memiliki banyak uang dan membuat dia bingung. Karena kebingungannya ini sang pelukis berniat bunuh diri dari lantai hotel dan ketika terjun dia menimpa seorang gadis cantik. Dan tanpa diduga pula sang pelukis langsung mengadakan hubungan jasmani dengan si gadis di atas jalan raya. Hal ini membuat orang-orang histeris dan akhirnya seorang brigadir polisi membawa mereka ke kantor catatan sipil dan mengawinkan mereka.

Pelukis merasa benar-benar kehilangan terutama saat dia tahu bahwa istrinya mati, pelukis pun langsung pergi ke kantor sipil guna mengurusi penguburan istrinya tetapi tak ada tanggapan positif dari pengusaha penguburan. Itu terjadi karena pelukis tak tahu apa-apa tentang istrinya. Yang dia tahu hanyalah kecintaannya pada istrinya. Sehingga mayat istrinya terkatung-katung karena tak memiliki surat penguburan yang sah. Pelukis pun menghilang ketika dicari walikota (diangkat menjadi walikota setelah walikota pertama gantung diri karena tak bisa memecahkan masalah mengundang pelukis saat akan ada kunjungan tamu asing) yang ikut menghadiri penguburan Istri pelukis.

Sampai akhirnya pengusaha penguburan itu menyesali perbuatannya dan dengan keputusan walikota akhirnya mayat istri pelukis dikuburkan. Sampai penguburan usai, sang pelukis tak kelihatan. Saat kembali ke gubuknya, dia melihat wanita tua kecil yang ternyata adalah ibu kandung dari istrinya. Bercerita panjang tentang masa lalunya yang suram dan sampai saat terakhir dia bertatapan dengan anaknya yang justru membuat dilema bagi si anak. Dan sesaat kemudian pelukis memandangi keadaan sekitar yang penuh karangan bunga, membuang bunga-bunga tersebut ke laut kemudian membakar gubuknya sampai habis. Beberapa bunga yang masih tersisa ia bawa ke kuburan istrinya. Ia titipkan karangan bunga pada centeng perkuburan. Ziarah tanpa melihat makam istrinya.

Setelah itu hidup pelukis semakin tak tentu arah. Ia seolah tak pernah percaya bahwa istrinya telah mati. Pagi harinya hanya digunakan untuk menunggu istrinya di tikungan entah tikungan mana dan malam harinya di tuangkan arak ke perutnya, memanggil Tuhannya, meneriakkan nama istrinya, menangis dan kemudian tertawa keras-keras. Hingga akhirnya datang opseter perkuburan yang meminta dia mengapur tembok perkuburan Kotapraja yang sebelumnya telah berbekas pamplet-pamplet polisi bahwa dia dicari.

Pelukis menerima tawaran itu dan esoknya ia mulai bekerja mengapur tembok perkuburan Kotapraja itu 5 jam berturut-turut tiap harinya, sedangkan opseter perkuburan mengintip dari rumah dinasnya. Pekerjaan baru Pelukis ini membawa perubahan tingkah laku pelukis sehingga membuat seluruh negeri geger. Hingga Walikota akan memberhentikan opseter perkuburan. Tetapi ketika mengantar surat pemberhentian kerja itu, Walikota malah mati sendiri karena kata-kata opseter tentang proporsi. Sebelumnya juga pernah terjadi kekacauan di negeri karena opseter pekuburan memakai rasionalisme dalam kerjanya dan hanya memberi instruksi kerja pada selembar kertas pada pegawainya.

Setelah beberapa hari pelukis mengapur tembok perkuburan, pada suatu hari dia bergegas pulang sebelum 5 jam berturut-turut. Opseter perkuburan heran kemudian mendatanginya dan ternyata pelukis ingin berhenti bekerja. Opseter kebingungan tetapi pelukis menjelaskan bahwa dia tahu maksud opseter memperkerjakannya. Bahwa selain untuk kepentingan opseter sendiri, opseter ingin pelukis menziarahi istrinya yang sudah tiada itu. Keesokan harinya opseter ditemukan gantung diri. Pekuburan geger, tetapi hanya sedikit sekali empati dari pegawai-pegawai pekuburan. Penguburan opseter berlangsung cepat. Setelah penguburan, pelukis bertemu maha guru dari opseter yang kemudian menceritakan riwayat opseter.

Pada akhirnya pelukis pergi ke balai kota untuk melamar menjadi opseter pekuburan agar ia dapat terus-menerus berziarah pada mayat-mayat manusia terutama pada mayat istrinya.
UNSUR INTERINSIK
Tema: trauma seorang suami yang berprofesi sebagai pelukis saat istrinya meninggal
Latar belakang: kota, kantor walikota, gubuk, tepi laut, studio lukis, perkuburan
Waktu: pagi hingga malam
Alur: maju mundur dalam artian flashback
Gaya bahasa: konotasi dan majas-majas personifikasi, agak sulit dipahami oleh orang awam karena mengajak pembaca untuk sedikit berpikir karena banyak sentuhan filsafat
Amanat: bahwa kematian tidak perlu ditakuti, sebab kematian adalah abadi. Pastilah itu yang terbaik.
Sediakanlah tempat yang layak untuk orang-orang yang sudah mati agar ada tempat untuk dikunjungi dan dikenang, karena sebagai manusia puncak tertinggi dari kehidupan adalah kematian.


RESENSI
Kekurangan: Alur dalam novel ini memang sedikit membingungkan pembaca, pengarang sengaja menggunakan alur “Flash Back”. Pembaca diajak untuk mengernyitkan dahi karena cerita di awal novel bukanlah awal cerita, melainkan awal cerita baru diceritakan di bagian berikut dalam novel. Alias pembaca diajak ke waktu sebelumnya oleh pengarang dengan sentuhan filsafat

Ini jelas terlihat di awal novel saat disebutkan sang pelukis begitu kehilangan setelah ditinggal mati istrinya, tetapi di bagian belakang malah pembaca diajak untuk mengikuti kisah pertemuan pelukis dengan istri, kehidupan mereka yang mengundang banyak pesona, dan saat-saat terakhir istrinya mati. Bukan hanya pelukis dan istri saja, tetapi pengarang juga mengajak pembaca untuk mengikuti kisah balik kehidupan opseter sebelum menjadi opseter.

Kelebihan: merupakan tipe novel sastra karena pengarang banyak menggunakan ungkapan-ungkapan ataupun konotasi,dan majas-majas terutama majas personifikasi serta terdapat juga istilah-istilah berbau filsafat yang diolah menjadi kesatuan kalimat yang benar-benar membawa pembaca ke arah pemikiran-pemikiran logis dan membenamkan pembaca dalam novel yang memiliki keindahan ilmu filsafat dari pengarang sendiri.

Bahasa dalam novel ini sangat penuh dengan ungkapan-ungkapan dan majas-majas sehingga menimbulkan keindahan bahasa

Tak Butuh Alasan


“Lala, aku sayang banget sama kamu, kita  udah deket sekitar 3 tahun lamanya. Aku ngerasa hari- hari aku indah banget sama kamu. Makasih udah bisa ngerubah aku jadi cowok yang lebih baik lagi. La aku sekarang ingin bertanya kepada kamu, mau gak kalau kamu jadi pacar aku?” . Kata-kata itu yang membuat seakan detak jantung ini berhenti. Aku tidak pernah menyangka Adam akan mengungkapkan perasaannya. Adam cowok yang aku taksir sejak SMA. Dia adalah sahabat dan juga kakak bagiku. Aku tidak pernah tahu jika Adam mempunyai perasaan yang sama terhadap ku. “kamu serius?” tanyaku. Adam mengeluarkan buklet bunga mawar merah dari balik punggungnya. “Iya aku serius La, aku sayang sama kamu dan aku harap kamu bisa terima aku dan mempunyai perasaan yang sama”. Aku terdiam dan membisu. Jari tanganku kaku dan seluruh badanku terasa bergetar. Apakah aku hanya mimpi?. “Aku mau kok nemenin kamu terus sampai kapanpun, aku juga sayang sama kamu”jawab ku. Hari itu adalah hari yang tak akan aku lupakan sampai kapanpun. Hari dimana Adam menyatakan cintanya. Adam adalah pacar pertama ku, begitu pula sebaliknya. Kami saling mengasihi dan mencintai.

Dua tahun berlalu dan Adam masih menjadi pendampingku. Banyak kisah yang terjadi saat dua tahun lamanya. Pertengkaran membumbui hubungan kami. Aku tahu apabila aku terlalu egois dan ke kanak - kanakan. Dia selalu sabar dalam menghadapi aku. Suatu hari Adam mengajak ku ke sebuah taman yang indah dan di kelilingi oleh bunga mawar. Ternyata ia sengaja membuat taman rahasia untuk ku. Ia tahu apabila bunga mawar adalah kesukaan ku. Ia memetikan satu tangkai bunga mawar merah dan di berikan kepadaku. “Ini untukmu sayang”. Aku hanya terdiam membisu sambil menatapnya. “Kamu kenapa?” tanya Adam dengan rasa khawatir. “Adam, kenapa kau menyukaiku? Kenapa kau mencintaiku?” tanya ku sambil menatap matanya. “Aku juga tidak tahu alasannya tetapi aku sangat menyukaimu, mencintai kamu, sayang”. “Kamu jahat!. Kamu bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasanpun mengapa kamu mencintai aku. Kalau suatu saat nanti ada yang lebih cantik dari aku pasti kamu akan meninggalkan aku. Bagaimana kau bisa bilang kau mencintai aku jika kau tak tahu alasannya?” tanyaku yang mulai menangis. “Lala, aku sungguh tak tahu mengapa, tapi bukankah perhatian, kasih sayang dan kehadiraku dihidupmu telah membuktikan ketulusan cintaku?” sambil memegang tanganku. “ Bukti apa? Semua tidak membuktikan apapun. Aku hanya butuh alasan mengapa kamu menyukaiku, mencintaiku?” ku lepaskan tangannya . Aku tersadar air mata ini sudah jatuh dari pipiku. “La, jangan nangis aku gak suka lihat kamu sedih. Baiklah akan aku coba cari alasanya. Emm karena kamu cantik, kamu punya suara yang indah, kulitmu halus, rambutmu lembut.
Cukupkah alasanku?”. Aku pun mengangguk dan menerima dengan senang hati bunga mawar itu. Aku dan Adam memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore.

17 November 2015 adalah hari ulang tahun Adam. Aku sengaja pergi ke sebuah mall untuk membeli kue coklat kesukaannya. Saat itu aku terburu-buru ingin memberi sebuah kejutan untuk Adam. Tanpa aku sadari sebuah mobil yang melaju dengan kencang menghantamku. Penglihatanku buram dan seketika aku tak sadarkan diri. Semuanya terasa gelap bagiku. Aku tak tahu apa yang terjadi setelah itu. Cahaya yang menyilaukan seakan membangunkanku. Ternyata aku tersadar dari koma. Sudah 2 hari aku tak sadarkan diri. Aku melihat Ayah dan Ibuku menangis. Aku bingung apa yang terjadi. Aku merasakan nyeri yang teramat sakit d wajah dan kepala ku. Aku ingin berbicara tetapi aku membisu dan bertanya mengapa suara ku hilang?. Aku meraba seluruh tubuhku ternyata banyak luka dan jahitan di seluruh muka ku. Rambutku yang indah harus digunting oleh dokter karena tersangkut oleh kerangka mobil. Aku harus kehilangan suaraku sementara waktu karena pita suaraku rusak akibat benturan keras yang terjadi. Aku terbaring tak berdaya dan hanya bisa menangis. Aku pun tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk Adam.

Hari-hari berat harus aku lalui sendiri. Aku menolak untuk bertemu siapapun. Ibuku masuk kedalam kamarku dan memberikan secarik surat. Aku pun membacanya.

“kekasihku,
Karena suaramu tak semerdu dulu, bagaimana aku bisa mencintaimu?
Dan karena rambutmu kini sudah tak panjang dan lembut lagi, aku tidak bisa membelainya. Aku juga tak bisa mencintaimu.
Apalagi kini banyak jahitan di wajahmu yang dulu mulus.
Jika benar cinta itu butuh alasan, kurasa aku benar- benar tak bisa mencintaimu lagi sekarang.

Tetapi cintaku bukan cinta yang palsu. Cintaku kepadamu tulus. Aku menyukai dirimu yang apa adanya. Aku tidak jatuh cinta karena kau punya suara yang merdu, rambut yang lembut ataupun kulit yang mulus. Aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Sampai kapanpun, aku tetap akan mencintaimu. Sekalipun nanti rambut putihmu mulai tumbuh , kulitmu mulai menua dan keriput, aku selalu mencintaimu.
Menikahlah denganku...”

Aku terdiam seakan selama ini sudah bertindak bodoh. Air mata yang terus membasahi pipiku. Aku yang selama ini meragukanmu, Adam. Aku mencoba teriak sebisaku. Aku menulis sebuah pesan kepada ibuku untuk memberi tahu Adam apabila aku ingin bertemu. Aku sekarang yakin dan percaya kepadanya. Aku tidak akan pernah meragukan kekuatan cinta yang tulus.

Cinta tak pernah membutuhkan alasan. Ia juga akan hadir secara misterius. Datang tanpa pernah di duga sebelumnya. Percayalah akan kekuatan cinta, karena kau tidak akan pernah tahu seberapa besar ia akan membuat hidupmu bahagia.


Monday, October 20, 2014

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

#ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian tanggung jawab memang seringkali terasa sulit untuk menerangkannya dengan tepat. Adakalanya tanggung jawab dikaitkan dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan. Banyaknya bentuk tanggung jawab ini menyebabkan terasa sulit merumuskannya dalam bentuk kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Tetapi kalau kita amati lebih jauh, pengertian tanggung jawab selalu berkisar pada kesadaran untuk melakukan, kesediaan untuk melakukan, dan kemampuan untuk melakukan.

Dalam kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab" diartikan sebagai keharusan untuk "menanggung" dan "menjawab" dalam pengertian lain yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu persoalan.

Macam-Macam Tanggung Jawab 


Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1.       Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.

2.       Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3.       Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4.       Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.

5.       Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Contoh Orang Bertanggung Jawab :
Bonar ialah seorang pegawai yang tekun dalam melaksanakan tugasnya. Ia datang sebelum waktu kerja dimulai. Tanpa banyak bicara dikerjakan tugasnya. Setelah selesai tugas yang dikerjakan, ia memberikan hasil pekerjaannya kepada atasannya sebagai pertanggungjawabannya. Ia pun tidak banyak hilir mudik dikantornya untuk persoalan kepentingannya sendiri, seperti buang air, mencari inakanan atau minuman. Ia pun pulang pada waktu jam kantornya usai. Bila ada pertanyaan dari atasannya tentang pekerjaan yang dilakukan, ia pun memberikan jawaban secara baik dan pasti. Ia dapat memberikan pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya, sehingga konduitenya baik, naik pangkat pada waktunya, dan memperoleh penghargaan khusus waktu tertentu.

SUMBER:

http://abra139210.wordpress.com/2011/04/18/manusia-dan-tanggung-jawab/
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://sanwanidjoyo.blogspot.com/2012/06/tanggung-jawab-dan-contohnya-pengertian.html

Saturday, September 27, 2014

Dia Untuknya


“SARAHHHH!!!!! Lo harus tau kalo tadi pagi Janson bilang hey ke gue HAHAHA, Yaampun gue mau mati saking gak tahan lihat  senyumannya itu loh Sar, aduh tolongggg!!!” Yap...begitulah kelakuan Valerie. Cewek cantik yang berbadan jenjang dan dikarunia wajah yang manis  dengan hebohnya mendatangi gue dan Stella di kantin. “Woy!! Kalo ngomong tuh nafas dulu dong Val! Emang bibir lo tuh gak capek apa buat ngomongin si Janson mulu yang tiap hari gak ada perubahan bilang hey ..hi ..hello sama lo? Gue rasa dia bilang hey ke semua siswi di sekolah ini Val, jadi lo gak usah kepedean dulu kali hahaha” ejek Stella. “Eh enak aja lo, Janson itu naksir gue ya jelas lah dia bakal say hay ke gue tiap hari, ah sirik aja kan lo gak ada yang bilang hay ke lo tiap pagi kayak gue ?” jengkel Valerie kepada Stella. Saking jengkelnya Valerie kepada Stella, Vall pun meninggalkan kami di kantin dan ia  menuju kelas dengan bibir yang terus mengoceh sepanjang jalan. Begitulah kelakuan para sahabatku , Valerie dan Stella . Mereka adalah sahabat terbaikku saat ini, Kita sudah bersahabat sejak awal SMA. Yap sudah 2 tahun kami bersahabat dan sudah 2 tahun pula kami merasakan suka duka bersama. Semua hal kita bicarakan bersama, dari guru killer yang tiap hari ngamuk karena kami tidak mengerjakan tugas – tugasnya, sampai  gebetan kita masing masing. Valerie adalah sahabatku yang paling cerewet dan lemot otaknya, tetapi dia juga yang paling cantik diantara kami bertiga, bukannya aku merendah tapi memang begitulah keadaannya. Stella adalah cewek blasteran Australia-Indonesia yang logat inggrisnya gak bisa hilang kalo ngomong. Dia itu cewek yang paling jail dan lucu diantara kami bertiga, Stella mempunyai lesung pipi yang setiap cewek melihatnya akan iri terhadapnya…bisa dibayangkan cantiknya Stella seperti apa. Oh iya dari tadi aku sibuk memperkenalkan sahabatku , tetapi aku lupa memperkenalkan diri ku.  Namaku Sarah, gadis biasa dan asli keturunan Indonesia. Mungkin aku tidak terlalu cantik dibandingkan dengan dua sahabatku , tetapi menurut mereka akulah yang paling baik dan penyabar diantara mereka. Menurut teman – temanku,  aku mempunyai senyum yang indah dan mata yang sangat coklat. Walaupun sedikit senyum –senyum karena penilaian mereka setidaknya ada sedikit yang bisa aku banggakan dari diriku. Pagi ini sudah dihiasi dengan sedikit kekacauan , Vall yang ngambek dan kembali ke kelas akhirnya benar – benar marah kepada Stella. Aku tau itu hanya upaya Vall agar bisa di comblangkan dengan Janson, cowok yang paling eksis di sekolah kami. Janson adalah cowok yang paling sering di bicarakan tiap cewek di sekolah kami. Dia adalah pemain basket sekaligus ketua Osis di sekolah kami , tentu saja semua cewek mau dekat dengannya. Selain itu Janson adalah kakak dari Stella, ya memang mereka kakak - beradik tetapi usia mereka hanya terpaut beberapa bulan saja. Upaya Vall yang ngambek terhadap Stella pun bisa di tepis dengan kejailan stella. Vall memang sedang berusaha mendekati Janson yang dari dulu terkenal ganteng dan………….masih jomblo sampe sekarang. Tapi aku rasa dia adalah satu – satunya cowok  yang tidak tertarik dengan kecantikan Valeri. “Kakak lo tuh normal kan Stell? Gue curiga dia itu….” “Enak aja lo kalo ngomong Vall! Janson tuh seratus persen normal dan dia single sampe sekarang itu ada maksutnya tau!.” Timpal Stella dengan kesal. “Tiga tahun yang lalu Janson pernah punya pacar, namanya Calista. Pacaranya itu baik banget terus lembut dan Janson sayang banget sama dia, sampe-sampe mereka janji mau nikah kalau sudah dewasa nanti. Delapan bulan mereka pacaran, Janson mulai ngerasa kalau Calista itu mulai menjauh dari dia. Akhirnya Janson cari tau kenapa Calista malah menjauh dari dia..Ternyata dia bukan menjauh, tetapi  selama ini Calista mengidap penyakit yang mengerikan yaitu kanker stadium III. Saat empat bulan mereka menjalain hubungan, Calista sudah mengira akan berakhir seperti ini tetapi dia tidak tega memberi tau Janson mengapa ia menjauhinya. Setelah meninggalnya Calista, Janson jadi dingin sama cewek, dan dia gak pernah deket sama cewek mana pun, dia gak mau masa lalunya menghantui lagi, jadi dia memutuskan untuk fokus belajar dan meningkatkan prestasi non-akademiknya. Makanya Vall lo jangan asal ngomong, Janson tuh bukan …….”  “Iya –iya Stell gue minta maaf bangeeeetttttt!!! Gue gak tau kalo Janson punya trauma percintaan yang parah gitu. Ah andai dulu dia ketemu gue duluan, pasti sampe sekarang kita udah bahagia banget ya Stell.” hahaha typical Vall, selalu lemot terhadap semua pembicaraan serius, tapi begitulah sahabatku, aku tak menyalahkan mereka yang begitu naïf dan juga kadang menjengkelkan tapi aku tidak menyalahkan diriku membiarkan mereka menjadi sahabatku, ya itulah kami…apa adanya.
“Stell , Vall gue kayaknya langsung pulang aja deh soalnya jam 2 gue ada les nih, gapapa  kan kalo gue tinggal duluan? Gue udah kena omel bokap gue nih karena gue kan udah bolos 3 kali dalam seminggu, ya lo taulah bokap gue gimana.. gue pulang duluan yah?” pinta ku kepada kedua sahabatku sambil memelas karena Stella ngotot minta aku untuk menemaninya membeli kado untuk pacar barunya. “Yah elah ngapain sih les, biasa cabut juga…eh tapi kalo gue ngebayangin muka bokap lu sih gue jadi pikir –pikir lagi buat nemenin Stella beli kado, yaudah deh lo pulang aja, tapi hati – hati ya Sar.” Ucap Valerie dengan nada dan tampang polosnya. Jam menunjukan pukul 13.30 dan sepertinya aku tidak sempat untuk pulang, jadi aku memutuskan untuk langsung menuju tempat les ku yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Aku heran, sepertinya aku adalah siswi yang paling rajin di tempat les ini karna aku tidak melihat satupun murid yang datang, akhirnya aku memutuskan untuk duduk di tengah dan memainkan iPhone ku, ya walaupun aku tahu aku hanya mengeser layar iPhone ku ini. Pekerjaan yang tidak peting. Setelah bel berbunyi menandakan dimulainya pelajaran akhirnya sedikit demi sedikit teman -temanku datang.  Aku heran kenapa semakin hari semakin sesak kelas ini, atau memang jumlah murid di kelas ini bertambah, sudahlah aku pun tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu. Aku memasang head-set ku di telinga dengan suara yg cukup keras. Musik yang membantuku melupakan hari yang penat ini. Tiba tiba seseorang mencolekku . “Gue duduk sini ya Sar, abis gue cuma kenal lo doang, boleh kan? Gue serem aja semua cewek disini ngeliat kearah gue, itu buat gue risih.” Aku terdiam. Jantung ku hampir berhenti karna Janson memanggilku dan ia ingin duduk di sebelahku. Aku tahu hampir 60 persen dari kelas ini adalah siswi perempuan, makanya Janson takut dan risih karna mereka pasti juga tergila – gila dengan pesona Janson. “Oh …………….oke duduk aja, lagian ini juga kosong kok …” Kataku dengan suara gemetar. “Gue dipaksa Bokap gue buat les disini, kalo gak karna delapan bulan lagi kita menghadapi Ujian Nasioanal gue juga gak mau deh les, mending dirumah main PS atau latihan basket. Ini lagi si Stella gue ajak les malah pergi ke mall dan milih tempat les yang beda dari gue, gaya banget sih dia!” guman Janson yang terlihat kesal. Sepertinya ini adalah hari buruk untuknya………tetapi hari baik untuk ku karena sepertinya dugaan ku salah mengenai Janson yang dingin. Sejak hari itu Janson selalu duduk disampingku saat sedang les. Aku tidak tau kenapa ia tidak mau pindah posisi dari bangku itu atau hanya aku yang berlebihan menganggap ia sengaja duduk disebelahku. Entahlah aku pun bingung dengan hal ini.
Jam dinding menunjukan pukul 22.30 dan aku seperti biasa terjaga di larut malam ini, tiba –tiba iPhone ku berbunyi dan menandakan adanya pesan singkat dari seseorang. Aku mengabaikan hal tersebut karena ku pikir itu hanya pesan singkat dari operator malam yang menjanjikan hadiah atau ringtone yang tidak jelas maksudnya. Nada pesan masuk pun berdering lagi, akhirnya ku buka pesan singkat yang dari tadi masuk. ”Sar, maaf ganggu malem-malem… lo udah tidur ya? –Janson.” Betapa terkejutnya aku ketika membaca pesan itu. Tak ku sangka itu adalah pesan singkat dari Janson. Mengapa ia mengirimkan dan bertanya seperti itu? Dari mana Janson tau nomer handphone ku? Semua pertanyaan itu muncul di kepala ku dan aku tetap terkejut ternyata pesan singkat itu dari Janson. “Gue belum tidur kok, ada apa?” balasku kepadanya dengan mata yang tak berpaling dari layar hp ku menunggu sebuah balasan. “Oh gue Cuma iseng aja soalnya gak bisa tidur nih, yaudah gue sms lo deh, gue gak ganggu gak Sar? hehe oh iya lo lagi apa Sar?”…. Balasan pesan itu. Aku terheran mengapa Janson begitu asik diajak ngobrol walaupun dia agak sedikit pemalu dan dingin tetapi aku tak manyangka ia adalah cowok yang paling asik dan bijaksana. Sejak saat itu kami semakin dekat. Awalnya aku mengira ini adalah sebuah persahabatan yang baik dengannya, tetapi aku mulai sedikit memiliki perasaan yang lebih untuknya. Cara bicaranya, tatapan matanya, cara ia tersenyum padaku, cara ia membalas pesan singkat ku, semua cara yang ia lakukan membuatku semakin terpesona olehnya. Aku menyadari hal tersebut. Jantungku berdekup kencang saat Janson tersenyum padaku. Aku menyukai nya. Ya sepertinya aku berharap ia memiliki perasaan yang sama denganku.
“Semalem gue chat Janson aja di whatsapp abisnya gue penasaran sama dia. Eh ternyata di bales juga. Aduh Stell kakak lo tuh perfect banget ya! Udah ganteng, baik, bijaksana pula. Ah makin suka gue sama dia” ucap Valerie kepada Stella dengan nada suara yang cukup keras. “what lo ngedeketin kakak gue lagi? Gila pantang menyerah banget hahaha oke oke lanjutkan Vall!” aku yang mendengar respon Stella kepada Valerie pun sedikit kecewa. Aku tak  seharusnya kecewa. Siapa aku untuk Janson. Dia hanya sahabat rahasiaku. Hanya aku dan dirinya  yang tau soal kedekatan kami..sebagai sahabat. Satu bulan berlalu banyak rumor mengatakan Janson dan Valerie sudah berpacaran. Selama satu bulan Janson tidak pernah mengirimkan ku pesan singkat seperti dulu. Tidak ada cerita lucu darinya atau kabar darinya. Ia pun juga jarang masuk les. Aku kehilangannya. Sahabat rahasiaku. Aku memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat untuknya, hanya untuk sekedar basa-basi agar tau mengapa ia tidak pernah memberiku kabar lagi. “Janson lo kemana aja kok gak pernah les?”. Aku mengirimkan pesan itu kepadanya, tetapi tak kunjung ada balasan darinya. Sepertinya ia benar – benar menjauhiku tanpa tau apa salahku. “Hey Sar, maaf gue baru bales soalnya tadi gak bawa hp, oh iya Sar gue kangen banget nih cerita sama lo. Gue mau cerita sesuatu nih Sar sama lo, mau ngasih tau sesuatu yang paling rahasia. Gue tunggu di café biasa ya.” Lagi –lagi pesan singkat yang memberikan harapan. Apa maksud dari ingin memberi tahu rahasia penting kepadaku? Atau Janson ingin menembakku dengan mengatakan ia menghilang karna ia mencintai ku? Ah itu hanya pikiran aneh ku saja. Aku yang buru – buru ke café tempat biasa kami bertemu pun tak sabar ingin mendengar rahasia terpenting Janson. Aku penasaran apa yang ingin ia beri tahu kepadaku. “Hey Sar duduk sini. Nih udah gue pesenin greentea late kesukaan lo hehe. Oh iya Sar  gimana kabar lo? Maaf gue gak pernah sms lagi, abis gue sibuk akhir –akhir ini”. Aku tersenyum padanya. Aku bingung mengapa ia terlalu bersemangat ingin menceritakan rahasia terpenting di hidupnya. “Janson…sebenarnya ada apa sih kok lo kayaknya seneng banget hari ini? Emang ada apa sih?.” Tanyaku dengan penuh kebingungan dan rasa heran. “Oh iya haha gue lupa. Jadi selama sebulan ini gue itu sibuk sama sesuatu Sar. Sebulan yang lalu gue deket sama sesorang gitu…..” “Apa? Lo deket sama cewek? kok gak cerita ke gue? wah siapa?”. Jantungku berdetak kencang. Ini pasti mimpi. Janson sedang dekat dengan seorang cewek . Hatiku sakit mendengar itu. “Iya Sar, jadi sebulan yang lalu gue deket sama Valerie. Ituloh sahabat lo yang cantik itu. Awalnya dia chat gue, trus gue ngerasa nyaman sama dia, setelah beberapa minggu ngobrol lewat chat akhirnya gue ajak dia nonton. Trus gue dapet feel gitu sama dia. Gue nyaman sama dia.” Aku terdiam. Sakit rasanya mendengar rahasia terbesar Janson. Hatiku hancur. “gue ngerasa nyaman sama dia dan kayaknya…” “Janson!!!” teriaku. “Udah gak usah dilanjutin.” Air mataku jatuh dan wajahku memerah . “ Sar lo kenapa? Kok malah nangis sih? Gue salah ya?”. “Gak ada yang salah kok , yang salah gue. Harusnya gue gak berharap lebih.” “maksud lo berharap lebih apa Sar? gue gak ngerti.” “Selama ini gue kira kita itu spesial. Senyuman lo, tatapan mata lo, dan cara lo ke gue itu …yang buat gue berharap. Tapi gue salah… lo Cuma anggap gue sahabat lo doang kan ?” tangisan ku pun menjadi. “lo pergi gak ada kabar trus balik dengan ngasih tau ini semua? Gue suka sama lo, apa semua perlakuan gue gak membuat lo sadar?.” Aku menangis dan wajah ku memerah. “Sar………udah beberapa bulan ini kita emang deket, tapi gue menganggap itu hanya sebuah persahabatan. Gue anggap lo sebagai adik gue sendiri. Gue sayang sama lo sebagai sahabat. Kata kata itu..aku terdiam membisu. Aku tak tau harus berbuat apa. Janson mulai memeluku dan menenangkan ku. Aku tak tahu sekarang harus bagaimana. Tangisanku makin menjadi . “Maafin gue Sar gue emang bodoh, gue gak peka apa yang lo rasain ke gue, tapi gue minta maaf kalo…” “Janson”. Aku memotong ucapannya. “Gue emang sayang sama lo tapi bukan berarti lo harus mencintai gue juga. Gue emang salah. Gue terlalu terbawa perasaan. Tapi gue seneng akhirnya orang yang gue sayang juga sayang sama sahabat gue. Gue janji gak akan sedih atau galau karna lo lebih milih Vall. Kalian berdua adalah sahabat terbaik gue. Jangan pernah berfikiran untuk tinggalin gue disini ya, dan lo gak boleh nyakitin Vall tau bikin dia nangis kayak lo lakuin ini ke gue hehe.” Ucapku kepadanya sambil tersenyum.

Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk membuang perasaan kagum dan sayangku kepadanya. Aku memutuskan untuk menjadi sahabatnya. Yap sahabat yang sesungguhnya. Aku tau semua ini memberikanku nilai kehidupan. Mungkin ia bukan yang terbaik untuk ku sekarang. Aku pantas mendapatkan yang lebih baik darinya. Janson, Valerie, Stella mereka akan tetap menjadi sahabatku dan akan selalu menjadi saudaraku. Dan janson sudah ku anggap seperti kakak bagiku dan bagian dari masa lalu ku.