Tuesday, September 27, 2016

Sumber Daya Manusia, Kepemimpinan dan Organisasi Psikologi manajemen

1.1 Pengertian Sumber Daya Manusia
Menurut Sayuti Hasibuan (2000, p3), sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut.
Menurut Malayu Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber daya manusia tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup keseluruhan dari daya pikir dan juga daya fisiknya.
Veithzal Rivai mendefinisikan sumber daya manusia sebagai seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi. Setiap organisasi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda, maka dari itu kemampuan sumber daya manusia yang dibutuhkan pun akan berbeda pada tiap-tiap perusahaan.
Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Potensi sumber daya manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk bisa mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berbeda-beda tersebut, dibutuhkan suatu sistem manajemen unik yang dinamakan manajemen sumber daya manusia.
Jadi, sumber daya manusia (SDM) adalah semua orang yang terlibat yang
bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan

Pengertian Organisasi
Ada beberapa para ahli yang mengemukakan tentang pengertian organisasi, antara lain:
1. W.J.S. Poerwadarminta
Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang atau kelompok) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan tertata.
2. Janu Murdiyamoko & Citra Handayani
Organisasi merupakan sebuah sistem sosial yang mempunyai identitas kolektif secara tegas, progja yang jelas, prosedur dan cara kerja, serta daftar anggota yang secara terperinci.
3. Max Weber
Organisasi ialah suatu kerangka terstruktur yang di dalamnya berisikan wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan masing-masing fungsi tertentu.
4. James D. Mooney, Organisasi yaitu bentuk tiap-tiap perserikatan manusia untuk meraih tujuan berbarengan.
5. Chester I. Bernard, Menyebutkan kalau organisasi yaitu satu system kesibukan kerja sama yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih.
6. Drs. H. Malayu S, P, Hasibuan, menurut dia pengertian organisasi yaitu sebagai sistem pemilihan, pengelompokan, serta penyusunan berbagai macam kesibukan yang dibutuhkan untuk meraih tujuan berbarengan.
a. Ciri-Ciri Organisasi Dengan cara umum
  • Memiki tujuan serta tujuan
  • Mempunyai komponen yakni atasan serta bawahan
  • Ada kerja sama yang terstruktur
  • Mempunyai pendegelasian wewenang serta koordinasi beberapa pekerjaan.
  • Mempunyai keterikatakan format serta tatat tertip yang perlu ditaati
b. Ciri-Ciri Organisasi Menurut Beberapa Pakar yakni Berelson serta Steiner
  • Normalitas, yaitu ciri organisasi sosial yang mengacu pada perumusan tercatat dari pada beberapa ketentuan,beberapa ketentuan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, kiat dan sebagainya 
  • Hierarki, yaitu ciri organisasi yang merujuk pada pola kekuasaan serta kewenangan yang berupa piramida, berarti ada beberapa orang spesifik dengan kekuasaan serta kewenangan yang tinggi daripada orang umum dalam organisasi itu.
  • Besar serta Kompleksnya, yaitu ciri organisasi sosial yang mempunyai banyak anggota hingga jalinan sosial antar anggota yaitu tak segera (impersonal) yang umumnya ditujuan dengan ” tanda-tanda birokrasi “
  • Lamanya (Duration), yaitu ciri organisasi di mana eksistensi organisasi lebih lama daripada keanggotaan pada organisasi itu.
C. Ciri-Ciri Organisasi Modern
  • Organisasi jadi tambah besar
  • Pemakaian staf lebih intensif
  • Unsur-unsur organisasi lebih komplit
  • Pengelolaan data makin cepat
  • Ada prinsip-prinsip atau azas-asaz organisasi
  • Cenderung spesialisasi
D. Unsur-Unsur Dasar Organisasi
  • Personil atau anggota
  • Visi
  • Misi
  • Wewenang
  • Struktur
  • Jalinan
  • Formalitas
  • Sumber Daya
  • Sistem Aktivitas organisasi

Manfaat Organisasi

Mengikuti dan menjadi anggota dalam organisasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut…
  • Tercapainya sebuah tujuan
  • Melatih mental bicara di publik
  • Mudah memecahkan masalah
  • Melatih leadership
  • Memperluas pergaulan
  • Kuat dalam menghadapi tekanan
  • Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
  • Membentuk karakteristik dengan seseorang
  • Mampu dalam mengatur waktu dengan baik
  • Sebagai ajang dalam pembelajaran kerja yang sebenarnya

                TEORI KEPEMIMPINAN
A.TEORI WATAK ATAU SIFAT
(Trait Theory)

Teori ini menekankan keberhasilan organisasi pada diri pemimpin. Studi tentang kepemimpinan didasarkan pada karakteristik pemimpin yang berhasil.

1.Menurut STOGDILL, Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang memiliki :
a.Capacity
b.Achivement
c.Responsibility
e.Status
f.Participation

2.Menurut KEIRSEY
Watak pemimpin dipengaruhi oleh 2 hal :
a. Perbedaan Keinginan Setiap orang mempunyai : motif, dorongan, tujuan dan kebutuhan yang berbeda

b. Perbedaan Persepsi
Setiap orang memiliki : pemahaman dan cara berpikir yang berbeda

Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli

Adapun beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli yaitu:
Pengertian kepemimpinan menurut Hemhill dan Coons adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goals).
Pengertian kepemimpinan menurut Tannenbaum, Weschler dan Masarik menyatakan bahwa kepemimpinan adalah Pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu”.

Teori-teori kepemimpinan (Leadership theory)

·         Teori kepemimpinan yaitu teori genetis dimana menjelaskan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan untuk bisa menjadi pemimpin; dia telah memiliki bakat dan mempunyai pembawaan untuk bisa menjadi pemimpin. Menurut teori kepemimpinan seperti teori genetis ini mengasumsikan bahwa tidak setiap orang dapat menjadi pemimpin, hanya beberapa orang yang memiliki pembawaan dan bakat saja yang dapat menjadi pemimpin. Hal tersebut memunculkan “Pemimpin tidak hanya sekedar dibentuk tapi dilahirkan”.
·         Teori kepemimpinan yang kedua yaitu teori sosial yang menyatakan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena lingkungannya yang mendukung, keadaan dan waktu memungkinkan ia bisa menjadi pemimpin. Setiap orang dapat memimpin asal diberikan kesempatan dan diberikan pembinaan untuk  dapat menjadi pemimpin meskipun ia tidak memiliki pembawaan atau bakat.
·         Teori kepemimpinan yang ketiga yaitu teori ekologis, dalam teori kepemimpinan ekologis ini menyatakan bahwa gabungan dari teori genetis dan sosial, dimana seseorang akan menjadi pemimpin membutuhkan bakat dan bakat tersebut mesti selalu dibina agar berkembang. Kemungkinan untuk bisa mengembangkan bakat tersebut itu tergantung dari lingkungannya.
·         Teori kepemimpinan yang keempat yaitu teori situasi, dalam teori kepemimpinan situasi ini menyatkaan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin ketika berada dalam situasi tertentu karena dia memiliki kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Akan tetapi pada situasi yang lainnya, kelebihannya tersebut tidak dibutuhkan, akhirnya ia tidak akan menjadi pemimpin lagi, bahkan bisa jadi menjadi pengikut saja.
Tipe dan Gaya kepemimpinan
Pemimpin itu memiliki sifat, kebiasaan dan watak serta kepribadian yang khas. Dari tingkah laku dan gayanya lah yang dapat membedakan dirinya dibanding orang lain. Gaya tentunya akan selalu dapat mewarnai perilaku dan tipe seseorang dalam pemimpin atau gaya kepemimpinan.
Adapun gaya-gaya kepemimpinan yaitu sebagai berikut :
  • ·    Gaya kepemimpinan otokrati 
Gaya ini terkadang disebut sebagai kepemimpinan yang terpusat pada diri pemimpin atau gaya direktif. Gaya otokratis ini ditandai dengan adanya petunjuk yang sangat banyak sekali yang berasal dari pemimpin dan tidak ada satupun peran para anak buah dalam merencanakan dan sekaligus mengambil suatu keputusan.
  • ·         Gaya Kepemimpinan Demokratis 
Gaya kepemimpinan demokratis adalah suatu kemampuan dalam mempengaruh orang lain agar dapat bersedia untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan berbagai cara atau kegiatan yang dapat dilakukan dimana ditentukan bersama antara bawahan dan pimpinan.
  • ·         Gaya kepemimpinan delegatif 
Gaya kepemimpinan delegatif memiliki ciri-ciri yaitu pemimpin akan jarang dalam memberikan arahan, pembuat keputusan diserahkan kepada bawahan, dan anggota organisasi tersebut diharapkan bisa menyelesaikan segala permasalahannya sendiri. Gaya kepemimpinan delegatif ini memiliki ciri khas dari perilaku pemimpin didalam melakukan tugasnya sebagai pemimpin
  • ·         Gaya kepemimpinan birokratis. 
Gaya kepemimpinan birokratis ini dilukiskan dengan pernyataan “Memimpin berdasarkan adanya peraturan”. Perilaku memimpin yang ditandai dengan adanya keketatan pelaksanaan suatu prosedur yang telah berlaku untuk pemimpin dan anak buahnya. Pemimpin yang birokratis, secara umum akan membuat segala keputusan itu berdasarkan dari aturan yang telah berlaku dan tidak ada lagi fleksibilitas. Segala kegiatan mesti terpusat pada pemimpin dan sedikit saja diberikan kebebasan kepada orang lain dalam berkreasi dan bertindak, itupun tak boleh melepaskan diri dari ketentuan yang sudah berlaku.
  • ·         Gaya Kepemimpinan Laissez Faire 
Gaya ini akan mendorong kemampuan anggota dalam mengambil inisiatif. Kurang interaksi dan kontrol yang telah dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya tersebut hanya dapat berjalan jika bawahan mampu memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan dalam mengejar tujuan dan sasaran yangcukup tinggi.
  • ·        Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian 
Adalah gaya pemimpin yang telah memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang ingin diambil dari dirinya sendiri dengan secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab akan dipegang oleh si pemimpin yang bergaya otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya sekedar melaksanakan tugas yang sudah diberikan


Kaitan antara SDM, Organisasi dan Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Pemimpin yang efektif dapat membawa organisasi mencapai tujuannya. Ciri-ciri pemimpin yang efektif adalah: (1) Strategist; (2)  Eksekutor; (3) Manajer Talenta; (4) Pengembang SDM; (5) Kecakapan Pribadi. Dengan memiliki kelima ciri tersebut, merupakan sebuah keniscayaan, seorang pemimpin dapat membawa organisasinya mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Kepemimpinan merupakan komponen yang sangat vital dalam suatu organisasi. Robbins (1994) pada Masana Sembiring (2012) mengemukakan bahwa “organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diindentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan”.
Dengan demikian organisasi adalah struktur atau kesatuan sosial dimana orang-orang didalamnya diatur, digerakkan dan dikoordinasikan secara formal untuk mencapai tujuan bersama. Supaya organisasi dapat mencapai tujuannya, maka organisasi harus digerakkan oleh pemimpin (leader). Organisasi bukan tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan. Peran kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama, tanpa adanya kepemimpinan sangat berat kiranya tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. 

Bagaimana seorang pemimpin efektif mengembangkan SDM organisasinya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita bisa belajar dari pemimpin perusahaan besar mengembangkan SDMnya. Untuk memahami bagaimana perusahaan-perusahaan besar bisa efektif dalam mengembangkan dan mengelola SDM, dilakukan studi terhadap beberapa perusahaan besar, seperti alibaba.com, Bosera fund management, dan Mary Kay.
Ternyatasemua perusahaan besar dan kuat memiliki filosofi yang kuat juga dalam hal pengelolaan SDM, mereka mengharapkan banyak dari para pekerja dan melakukan investasi besar pula untuk mendukung pekerja menjadi sukses (give a lot, get a lot)
Dari praktik perusahaan-persusahaan besar tersebut, ada kiat-kiat khusus yang bisa kita pelajari sehingga menjadi sukses, yaitu:
  1. Managemen talenta berdasarkan falsafah “mutual investment”
  2. Membangun strategi manajemen talenta berdasarkan nilai yang khas.  
Dalam dimensi apa yang “perusahaan berikan” dan apa yang “perusahaan dapatkan”  filosofi pengeloaan SDM dapat dibagi  menjadi 4 kategori :
  1. Econiomic Exchange (job focused): Perusahaan tidak berharap terlalu banyak dari pekerjanya, demikian juga pekerja tidak berharap dari perusahaannya. Hubungannya hanya sebatas “anda kerjakan tugas anda dan kami akan bayar gaji anda”. Contoh dari hubungan klasik macam ini adalah pekerja kontrak dan sub kontrak
  2. Under Investment, perusahaan mengharapkan pekerja memberikan kontribusi maksimal, namun hanya memberikan imbal balik yang kecil (dalam hal gaji, keamanan kerja, pelatihan, dan lain-lain). Biasanya pada perusahaan-perusahaan dengan laba kecil maupun perusahaan yang mengalami persaingan sengit
  3. Over Estimate. Perusahaan relatif tidak menuntut terlalu besar dari pekerja, namun memberikan fasilitas yang lebih dari memadai untuk para pekerja seperti gaji, keamanan kerja, dan lain-lain. Namun saat ini sedikit sekali perusahaan yang memiliki filosofi seperti ini.
  4. Mutual Investment (organization focused) Perusahaan mengharapkan pekerja memberikan kontribusi yang besar, sebagai asset penting bagi pertumbuhan perusahaan. Pekerja diharapkan mampu bekerja lebih baik dan lebih cepat dari waktu ke waktu untuk memenuhi target. Di lain pihak, perusahaan juga memberikan imbal balik maksimal, bukan hanya dari segi pendapatan namun juga sosial dan psikologi pekerja, seperti pengembangan karir, pelatihan-pelatihan dan lingkungan kerja yang nyaman.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Portman ritz-Carlton, Mary-Kay, Alibaba dan Bosera memiliki filosofi yang berfokus pada organisasi dan SDM, seperti pada poin nomor empat. Filosofi yang keempat ini tentunya tidak hanya cocok untuk perusahaan-perusahaan privat, tapi bagi organisasi publik seperti organisasi pemerintah tentunya bisa dilaksanakan. Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen lain seperti modal, teknologi, dan uang, sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain. Sumber`daya`manusia akan bertumbuh dan berkembangan dalam organisasi. 


Contoh :

Ir. H. Aburizal Bakrie atau yang biasa dipanggil  Ical mencuat ke pentas nasional berawal dari dunia bisnis. Dia adalah putra sulung pengusaha H Achmad Bakrie, kelahiran Jakarta 15 November 1946.
Kini, Ical memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis mendiang ayahnya. Grup bisnis yang dirintis ayahnya bermula dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung. Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan.
Hanya dalam tempo setahun, kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat dari angka tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun! Berkat prestasi ini, Aburizal langsung menggusur lima taipan papan atas sekaligus. Bos Grup Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, yang tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya, kini turun satu peringkat ke urutan runner-up.
Grup Bakrie memang sedang mujur. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha ini diuntungkan dua berkah sekaligus:
Grup Bakrie banyak mendirikan perusahan hingga Universitas yang dinamai oleh namanya yaitu universitas Bakrie. H.aburizal Bakrie adalah salah satu contoh pemimpin yang mampu membuat organisasinya utuh dan berkualitas dan hingga Group Bakrie saat ini juga membuat SDM di Indonesia bisa lebih berkualitas.










Daftar Pustaka :

http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/168-artikel-pengembangan-sdm/21071-pentingnya-peran-pemimpin-efektif-dalam-pencapaian-tujuan-organisasi



No comments:

Post a Comment