1.1 Pengertian Sumber Daya Manusia
Menurut Sayuti Hasibuan (2000, p3),
sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu
organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut.
Menurut Malayu
Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir dan
daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber daya manusia tidak dapat
dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup keseluruhan dari daya pikir
dan juga daya fisiknya.
Veithzal Rivai
mendefinisikan sumber daya manusia sebagai seorang yang siap, mau dan mampu
memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi. Setiap organisasi atau
perusahaan tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda, maka dari itu kemampuan
sumber daya manusia yang dibutuhkan pun akan berbeda pada tiap-tiap perusahaan.
Pengertian sumber daya
manusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah potensi manusia yang dapat
dikembangkan untuk proses produksi. Potensi sumber daya manusia berbeda-beda
pada tiap individu. Untuk bisa mengembangkan potensi sumber daya manusia yang
berbeda-beda tersebut, dibutuhkan suatu sistem manajemen unik yang dinamakan
manajemen sumber daya manusia.
Jadi, sumber daya manusia (SDM)
adalah semua orang yang terlibat yang
bekerja untuk mencapai tujuan
perusahaan
Pengertian
Organisasi
Ada beberapa para ahli yang mengemukakan tentang pengertian
organisasi, antara lain:
1. W.J.S. Poerwadarminta
Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang atau kelompok) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan tertata.
Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang atau kelompok) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan tertata.
2. Janu Murdiyamoko & Citra Handayani
Organisasi merupakan sebuah sistem sosial yang mempunyai identitas kolektif secara tegas, progja yang jelas, prosedur dan cara kerja, serta daftar anggota yang secara terperinci.
Organisasi merupakan sebuah sistem sosial yang mempunyai identitas kolektif secara tegas, progja yang jelas, prosedur dan cara kerja, serta daftar anggota yang secara terperinci.
3. Max Weber
Organisasi ialah suatu kerangka terstruktur yang di dalamnya berisikan wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan masing-masing fungsi tertentu.
Organisasi ialah suatu kerangka terstruktur yang di dalamnya berisikan wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan masing-masing fungsi tertentu.
4. James D. Mooney, Organisasi yaitu bentuk tiap-tiap
perserikatan manusia untuk meraih tujuan berbarengan.
5. Chester I. Bernard, Menyebutkan kalau organisasi yaitu
satu system kesibukan kerja sama yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih.
6. Drs. H. Malayu S, P, Hasibuan, menurut dia pengertian
organisasi yaitu sebagai sistem pemilihan, pengelompokan, serta penyusunan
berbagai macam kesibukan yang dibutuhkan untuk meraih tujuan berbarengan.
a.
Ciri-Ciri Organisasi Dengan cara umum
- Memiki tujuan serta tujuan
- Mempunyai komponen yakni atasan serta bawahan
- Ada kerja sama yang terstruktur
- Mempunyai pendegelasian wewenang serta koordinasi beberapa pekerjaan.
- Mempunyai keterikatakan format serta tatat tertip yang perlu ditaati
b.
Ciri-Ciri Organisasi Menurut Beberapa Pakar yakni Berelson serta Steiner
- Normalitas, yaitu ciri organisasi sosial yang mengacu pada perumusan tercatat dari pada beberapa ketentuan,beberapa ketentuan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, kiat dan sebagainya
- Hierarki, yaitu ciri organisasi yang merujuk pada pola kekuasaan serta kewenangan yang berupa piramida, berarti ada beberapa orang spesifik dengan kekuasaan serta kewenangan yang tinggi daripada orang umum dalam organisasi itu.
- Besar serta Kompleksnya, yaitu ciri organisasi sosial yang mempunyai banyak anggota hingga jalinan sosial antar anggota yaitu tak segera (impersonal) yang umumnya ditujuan dengan ” tanda-tanda birokrasi “
- Lamanya (Duration), yaitu ciri organisasi di mana eksistensi organisasi lebih lama daripada keanggotaan pada organisasi itu.
C.
Ciri-Ciri Organisasi Modern
- Organisasi jadi tambah besar
- Pemakaian staf lebih intensif
- Unsur-unsur organisasi lebih komplit
- Pengelolaan data makin cepat
- Ada prinsip-prinsip atau azas-asaz organisasi
- Cenderung spesialisasi
D.
Unsur-Unsur Dasar Organisasi
- Personil atau anggota
- Visi
- Misi
- Wewenang
- Struktur
- Jalinan
- Formalitas
- Sumber Daya
- Sistem Aktivitas organisasi
Manfaat Organisasi
Mengikuti dan menjadi anggota dalam
organisasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut…
- Tercapainya sebuah tujuan
- Melatih mental bicara di publik
- Mudah memecahkan masalah
- Melatih leadership
- Memperluas pergaulan
- Kuat dalam menghadapi tekanan
- Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
- Membentuk karakteristik dengan seseorang
- Mampu dalam mengatur waktu dengan baik
- Sebagai ajang dalam pembelajaran kerja yang sebenarnya
TEORI KEPEMIMPINAN
A.TEORI WATAK ATAU SIFAT
(Trait Theory)
Teori ini menekankan keberhasilan
organisasi pada diri pemimpin. Studi tentang kepemimpinan didasarkan pada
karakteristik pemimpin yang berhasil.
1.Menurut STOGDILL, Pemimpin yang
berhasil adalah pemimpin yang memiliki :
a.Capacity
b.Achivement
c.Responsibility
e.Status
f.Participation
2.Menurut KEIRSEY
Watak pemimpin dipengaruhi oleh 2 hal :
Watak pemimpin dipengaruhi oleh 2 hal :
a. Perbedaan Keinginan Setiap orang
mempunyai : motif, dorongan, tujuan dan kebutuhan yang berbeda
b. Perbedaan Persepsi
Setiap orang memiliki : pemahaman
dan cara berpikir yang berbeda
Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli
Adapun beberapa pengertian kepemimpinan menurut
para ahli yaitu:
Pengertian kepemimpinan menurut Hemhill dan Coons adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goals).
Pengertian kepemimpinan menurut Hemhill dan Coons adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goals).
Pengertian kepemimpinan menurut Tannenbaum,
Weschler dan Masarik menyatakan bahwa kepemimpinan adalah Pengaruh
antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan
melalui proses komunikasi, ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan
tertentu”.
Teori-teori kepemimpinan (Leadership theory)
·
Teori kepemimpinan yaitu teori genetis dimana
menjelaskan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena ia telah
dilahirkan untuk bisa menjadi pemimpin; dia telah memiliki bakat dan mempunyai
pembawaan untuk bisa menjadi pemimpin. Menurut teori kepemimpinan seperti teori
genetis ini mengasumsikan bahwa tidak setiap orang dapat menjadi pemimpin,
hanya beberapa orang yang memiliki pembawaan dan bakat saja yang dapat menjadi
pemimpin. Hal tersebut memunculkan “Pemimpin tidak hanya sekedar dibentuk tapi
dilahirkan”.
·
Teori kepemimpinan yang kedua yaitu teori sosial
yang menyatakan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena lingkungannya
yang mendukung, keadaan dan waktu memungkinkan ia bisa menjadi pemimpin. Setiap
orang dapat memimpin asal diberikan kesempatan dan diberikan pembinaan
untuk dapat menjadi pemimpin meskipun ia tidak memiliki pembawaan atau
bakat.
·
Teori kepemimpinan yang ketiga yaitu teori
ekologis, dalam teori kepemimpinan ekologis ini menyatakan bahwa gabungan dari
teori genetis dan sosial, dimana seseorang akan menjadi pemimpin membutuhkan
bakat dan bakat tersebut mesti selalu dibina agar berkembang. Kemungkinan untuk
bisa mengembangkan bakat tersebut itu tergantung dari lingkungannya.
·
Teori kepemimpinan yang keempat yaitu teori
situasi, dalam teori kepemimpinan situasi ini menyatkaan bahwa seseorang dapat
menjadi pemimpin ketika berada dalam situasi tertentu karena dia memiliki
kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Akan tetapi pada
situasi yang lainnya, kelebihannya tersebut tidak dibutuhkan, akhirnya ia tidak
akan menjadi pemimpin lagi, bahkan bisa jadi menjadi pengikut saja.
Tipe dan
Gaya kepemimpinan
Pemimpin itu memiliki sifat, kebiasaan dan watak serta kepribadian yang khas. Dari tingkah laku dan gayanya lah yang dapat membedakan dirinya dibanding orang lain. Gaya tentunya akan selalu dapat mewarnai perilaku dan tipe seseorang dalam pemimpin atau gaya kepemimpinan.
Pemimpin itu memiliki sifat, kebiasaan dan watak serta kepribadian yang khas. Dari tingkah laku dan gayanya lah yang dapat membedakan dirinya dibanding orang lain. Gaya tentunya akan selalu dapat mewarnai perilaku dan tipe seseorang dalam pemimpin atau gaya kepemimpinan.
Adapun gaya-gaya kepemimpinan yaitu sebagai
berikut :
- · Gaya kepemimpinan otokrati
- · Gaya Kepemimpinan Demokratis
- · Gaya kepemimpinan delegatif
- · Gaya kepemimpinan birokratis.
- · Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
- · Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Kaitan antara SDM, Organisasi dan Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan
faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya.
Pemimpin yang efektif dapat membawa organisasi mencapai tujuannya. Ciri-ciri
pemimpin yang efektif adalah: (1) Strategist; (2) Eksekutor; (3) Manajer
Talenta; (4) Pengembang SDM; (5) Kecakapan Pribadi. Dengan memiliki kelima ciri
tersebut, merupakan sebuah keniscayaan, seorang pemimpin dapat membawa
organisasinya mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Kepemimpinan
merupakan komponen yang sangat vital dalam suatu organisasi. Robbins (1994)
pada Masana Sembiring (2012) mengemukakan bahwa “organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diindentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan”.
Dengan
demikian organisasi adalah struktur atau kesatuan sosial dimana orang-orang didalamnya
diatur, digerakkan dan dikoordinasikan secara formal untuk mencapai tujuan
bersama. Supaya organisasi dapat mencapai tujuannya, maka organisasi harus
digerakkan oleh pemimpin (leader). Organisasi bukan tujuan tetapi alat
untuk mencapai tujuan. Peran kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama, tanpa adanya kepemimpinan sangat
berat kiranya tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
Bagaimana seorang pemimpin efektif mengembangkan SDM
organisasinya?
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut kita bisa belajar dari pemimpin perusahaan besar
mengembangkan SDMnya. Untuk memahami bagaimana perusahaan-perusahaan besar bisa
efektif dalam mengembangkan dan mengelola SDM, dilakukan studi terhadap
beberapa perusahaan besar, seperti alibaba.com, Bosera fund management, dan
Mary Kay.
Ternyatasemua
perusahaan besar dan kuat memiliki filosofi yang kuat juga dalam hal
pengelolaan SDM, mereka mengharapkan banyak dari para pekerja dan melakukan
investasi besar pula untuk mendukung pekerja menjadi sukses (give a lot, get
a lot)
Dari
praktik perusahaan-persusahaan besar tersebut, ada kiat-kiat khusus yang bisa
kita pelajari sehingga menjadi sukses, yaitu:
- Managemen talenta berdasarkan falsafah “mutual investment”
- Membangun strategi manajemen talenta berdasarkan nilai yang khas.
Dalam
dimensi apa yang “perusahaan berikan” dan apa yang “perusahaan dapatkan”
filosofi pengeloaan SDM dapat dibagi menjadi 4 kategori :
- Econiomic Exchange (job focused): Perusahaan tidak berharap terlalu banyak dari pekerjanya, demikian juga pekerja tidak berharap dari perusahaannya. Hubungannya hanya sebatas “anda kerjakan tugas anda dan kami akan bayar gaji anda”. Contoh dari hubungan klasik macam ini adalah pekerja kontrak dan sub kontrak
- Under Investment, perusahaan mengharapkan pekerja memberikan kontribusi maksimal, namun hanya memberikan imbal balik yang kecil (dalam hal gaji, keamanan kerja, pelatihan, dan lain-lain). Biasanya pada perusahaan-perusahaan dengan laba kecil maupun perusahaan yang mengalami persaingan sengit
- Over Estimate. Perusahaan relatif tidak menuntut terlalu besar dari pekerja, namun memberikan fasilitas yang lebih dari memadai untuk para pekerja seperti gaji, keamanan kerja, dan lain-lain. Namun saat ini sedikit sekali perusahaan yang memiliki filosofi seperti ini.
- Mutual Investment (organization focused) Perusahaan mengharapkan pekerja memberikan kontribusi yang besar, sebagai asset penting bagi pertumbuhan perusahaan. Pekerja diharapkan mampu bekerja lebih baik dan lebih cepat dari waktu ke waktu untuk memenuhi target. Di lain pihak, perusahaan juga memberikan imbal balik maksimal, bukan hanya dari segi pendapatan namun juga sosial dan psikologi pekerja, seperti pengembangan karir, pelatihan-pelatihan dan lingkungan kerja yang nyaman.
Perusahaan-perusahaan
besar seperti Portman ritz-Carlton, Mary-Kay, Alibaba dan Bosera memiliki
filosofi yang berfokus pada organisasi dan SDM, seperti pada poin nomor
empat. Filosofi yang keempat ini tentunya tidak hanya cocok untuk perusahaan-perusahaan
privat, tapi bagi organisasi publik seperti organisasi pemerintah tentunya bisa
dilaksanakan. Sumber daya manusia merupakan elemen utama
organisasi dibandingkan dengan elemen lain seperti modal, teknologi, dan uang,
sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain. Sumber`daya`manusia
akan bertumbuh dan berkembangan dalam organisasi.
Contoh :
Ir.
H. Aburizal Bakrie atau yang biasa dipanggil Ical mencuat ke pentas
nasional berawal dari dunia bisnis. Dia adalah putra sulung pengusaha H Achmad
Bakrie, kelahiran Jakarta 15 November 1946.
Kini, Ical memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis mendiang ayahnya. Grup bisnis yang dirintis ayahnya bermula dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung. Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan. Hanya dalam tempo setahun, kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat dari angka tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun! Berkat prestasi ini, Aburizal langsung menggusur lima taipan papan atas sekaligus. Bos Grup Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, yang tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya, kini turun satu peringkat ke urutan runner-up.
Grup Bakrie memang sedang mujur. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha ini diuntungkan dua berkah sekaligus:
Kini, Ical memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis mendiang ayahnya. Grup bisnis yang dirintis ayahnya bermula dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung. Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan. Hanya dalam tempo setahun, kekayaan keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat dari angka tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun! Berkat prestasi ini, Aburizal langsung menggusur lima taipan papan atas sekaligus. Bos Grup Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, yang tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya, kini turun satu peringkat ke urutan runner-up.
Grup Bakrie memang sedang mujur. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha ini diuntungkan dua berkah sekaligus:
Grup
Bakrie banyak mendirikan perusahan hingga Universitas yang dinamai oleh namanya
yaitu universitas Bakrie. H.aburizal Bakrie adalah salah satu contoh pemimpin
yang mampu membuat organisasinya utuh dan berkualitas dan hingga Group Bakrie
saat ini juga membuat SDM di Indonesia bisa lebih berkualitas.
Daftar Pustaka :
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/168-artikel-pengembangan-sdm/21071-pentingnya-peran-pemimpin-efektif-dalam-pencapaian-tujuan-organisasi
No comments:
Post a Comment